Hari ini panas matahari menyerang tubuh si gadis kecil.Tak dirasakannya lagi begitu beratnya perjuangannya untuk mendapatkan sesuap nasi di tengah kerumunan orang yang sedang berbelanja.Takkan dihiraukannya lagi sejuta ion-ion dalam tubuhnya telah hilang ditelan oleh panasnya matahari yang melawan tubuhnya.Diteguknya satu gelas air putih untuk memuaskan dahaganya.
Teringat olehnya bahwa tubuhnya yang kecil mungil itu sudah tidak makan seharian.Semua cacing-cacing dalam tubuhnya sudah melakukan perlawanan yang membuat tubuh si gadis kecil semakin kesakitan.
Akibat dari perlawanan cacing-cacing itu,akhirnya dia memutuskan untuk meminta-minta di depan khalayak ramai.Tak heran kalau tidak ada orang yang memberikannya uang.Walau ada yang memberikannya itupun hanyalah ibu-ibu yang merasa iba melihat tubuh gadis kecil itu yang sedang berjuang melawan sakit.
Kulewati jalan dan menatap gadis kecil itu.Terbersit di benakku di kala aku masih kecil dan bermain-main dengan teman-teman.Masa kecil adalah masa yang paling bahagia di sepanjang hidup manusia.Di kala masa itu sebagai seorang anak kecil yang masih lemah kita pun dibujuk untuk melakukan sesuatu dan yang paling sering adalah di waktu kita hendak makan sambil membuang nasi tanpa ada rasa bersalah.
Segala permainan telah dicoba waktu itu.Berlarian sambil tertawa seiring berjalannya waktu adalah hal yang sangat membahagiakan di kala senja menyambut.Kau akan sangat Bahagia di saat kau mengetahui bahwa kita masih dicintai dan disayangi.
Teringatku terhadap masa lalu.
“Ki….makan”Kata Mama.
“bentar ma,Aku lagi seru nih”Balasku sambil terus berlari.
“Cepat dong…”Kata mama.
“Aduh….Mama cerewet banget sih”Balasku sambil mengerutkan dahi.
“Bukannya cerewet….Nanti kamu sakit gimana”Kata Mama sambil berlari menghampiriku.
“Nanti….”Kataku.
“Aduh…Sekarang”Kata Mama seraya menangkapku dan memelukku dari belakang.
“Mama….Lepasin dong”Kataku.
“mama bakal lepasin klo nanti kamu dah makan.”Kata mama.
“Ya..Udah.Dua suap aja ya”Kataku sambil duduk di pangkuan Mama.
Mamapun menyuapiku dengan hati-hati agar nasi tidak bertumpahan.Akhirnya barang yang bernama nasi itu masuk ke dalam mulutku.Setelah nasi itu kutelan dan telah habis.Aku balik bertanya kepada mama.
“Ma….mengapa kita harus makan”Tanyaku penasaran.
“biar kamu sehat”Kata mama.
“nah…agghh….muka mulutnya”Balas mama seraya membuka mulutnya agar aku menirukannya.Lalu nasi itu masuk lagi ke mulutku.
“…Dan biar pintar.”Kata Mama menimpali perkataannya sendiri..
“Kok….”Kataku lagi sambil tambah penasaran.
“Kiki kan pengen jadi dokter”Kata mama.
“Iya….Dokter itu baik ma.Bisa menolong orang”kataku lugu.
“Nah…Klo gitu kiki mesti makan bergizi ya”kata mama.
“Ok….deh”Balasku sambil melahap nasi yang terdapat di piring bundar.
Tersentakku di dalam hayalan.Teringatku bahwa itu adalah masa kecilku dulu.sekarang aku sudah jadi seorang dokter.Alangkah beruntungnya aku.
“kak….”Balas gadis kecil.
“ya….Apa???”balasku kaget.
Sambil mengulurkan tangan dia meminta uang padaku.
“Kakak kagum ya”Katanya.
“maksudnya????”Balasku.
“Kakak kagumkan lihat aku”Katanya.
“Nggak ahhh…”Balasku seraya memberi uang seribuan ke tangannya.
“Aku tau kok.Orang macam aku itu adalah sampah bagi masyarakat”katanya lagi.
“itu sih bukan kagum”balasku sambil memberi uang seribuan.
“Ohhh..Iya bukan ya”Balasnya seraya tersenyum menatap uang yang sudah ada di tangan kanannya.
“Kamu dah makan”Tanyaku pada gadis kecil yang sibuk dengan uangnya.
“udah kak…”Katanya sambil lesu.
“Loh..Kok lesu”Kataku lagi.
“Udah Lusa kemarin”Katanya.
“sekarang???????”Balasku.
“Udah satu hari aku nggak makan”Balasnya sambil menundukkan kepala.
“Ya..Udah.Makan yuk”Ajakku.
“Yuk!!!”Balasnya senang.
Kupandangi wajah kecil yang masih belia itu.Diangkatnya tubuh kecilnya dari jalan.Tak pantas anak yang kecil ini mencari makan seperti orang dewasa.Dia seharusnya sekarang berada di rumah sambil tidur siang.Namun,sekarang dia harus mencari makan untuk dirinya.
Seratus meter dari tempat itu akhirnya kami sampai ke rumah makan.Kutawari dia makan.
“Kamu mau makan apa???”Tanyaku.
“Makan nasi ama tempe aja kak”Katanya.
“Kok..”Kataku.
“Iya…kak.Itu makanan favorit aku.”Katanya.
pikiranku melayang.teringatku masa kecilku.Aku paling senang sama makanan Itali.Makanan yang selalu kuidam-idamkan.
Sepuluh menit kemudian pesanan kami datang.Tak lupa kami berdoa sebelum makan.Lalu setelah itu akupun mengobrol lagi dengan si gadis kecil.Tak terasa kami sudah menghabiskan makanan kami tanpa sisa.
“Kamu dah lama mengemis ya???”Tanyaku.
“Nggak kok kak”Balasnya.
“Kok kamu bisa ngemis sih???”Tanyaku lagi.
“Aku putus sekolah karena ayah di-PHK”Jawabnya sambil makan tempe kesukaannya.
“Ohhhh…..”Balasku.
“Kamu punya cita-cita nggak???”Tanyaku lagi.
“aku pengen jadi seorang dokter”Balasnya.
“Bagus…dunk.kakak seorang dokter loh”Balasku.
“Ahhhh..Kakak seorang dokter…Aku pengen banget kayak kakak”Balasnya dengan mata terkagum-kagum.
Kulihat jamku.Wahhhhh…..Ternyata aku lupa ada rapat hari ini.Kubayar makanan kami.
“Kakak pergi dulu ya”Kataku.
“Ohhh…Iya Kak.”Balasnya.
“makasih ya Kak”Katanya.
Lalu sambil tergesa-gesa kutinggalkan gadis kecil bertubuh dewasa itu di rumah makan.Namun,Aku tersadar.Aku belum menanyakan nama gadis kecil itu.Lalu aku putuskan untuk menanyakannya besok.
Keesokan harinya matahari sudah mulai menampakkan wajahnya kepadaku.Sinarnya membawaku kepada jejak langkah gadis kecil kemarin.Namun,gadis kecil itu tidak kelihatan.Apakah sinar matahari sudah menyembunyikannya di balik awan kesengsaraan.
Lalu kuputuskan untuk meninggalkan tempat itu.Tak jauh dari situ ada kerumunan yang sedang kumpul.Penasaranku pada apa yang terjadi.
“Permisi….ada apa ya???”Tanyaku pada seseorang yang sedang berdiri di tempat kejadian.
“Ada seorang gadis kecil….”Balasnya.
“Mayat….”Balasnya lagi untuk kedua kalinya.
Lalu tiba-tiba aku tersentak melihat potongan mayat yang organ tubuhnya sudah diambil sebagian.Tak sanggup aku melihatnya.Namun,kuberanikan diri untuk melihat wajahnya.Ternyata itu adalah gadis kecil yang kemarin makan bersamaku.Lalu kuberanikan diri untuk bertanya.
Lima menit kemudian ambulans datang untuk melihat kejadian itu.Dibawanya tubuh gadis kecil yang tak sempurna itu ke dalam mobil.Lalu mobil ambulans itu berlalu seiring dengan berlalunya tubuh gadis kecil itu.Dalam hatiku aku selalu menanyakan apa yang sedang terjadi.Akhirnya aku mengetahui bahwa ayahnya menjual si gadis kecil untuk mendapatkan uang.Aku tak bisa berpikir lagi mengapa si Ayah tega membunuh gadis kecilnya.Setelah itu,si Ayahpun dipenjara di Lembaga Permasyarakatan
Setelah kejadian itu aku mulai sibuk dengan kegiatan rumah sakit.Bayangan si gadis kecilpun mulai kabur dari ingatanku.Semuanya serasa bagai halusinasi anak kecil tentang kejamnya dunia.Seorang gadis kecil yang hanya tahu tentang cinta orangtua.kini telah terbang melayang di bawah angin.Hati kecilnya pun masih berkata bahwa ayahnya sangat mencintainya.Ayah melakukannya agar aku tidak menderita lagi.Ayah melakukannya karena ayah adalah ayahku.
Sebulan kemudian aku melewati jalan itu lagi.Teringat olehku cerita lalu yang hanya dapat kuingat lagi di dalam mimpi.Namun,ketika kulangkahkan kakiku tanpa arah yang pasti aku menemukannya lagi.Seorang gadis kecil yang lain yang sedang mengemis.Seketika kudekati aku melihat tubuh yang lain dari gadis itu tapi aku melihat wajah gadis kecil yang kukenal dulu.Kuraba wajahnya namun tubuhnya telah pergi.Dia hanya mengucapkan terima kasih atas makanan yang telah aku berikan dulu kapadanya.
Bayangan putihnya kini hilang dari hadapanku.Kuraih bayangnya namun tak bisa kusentuh.
Si gadis kecilpun akhirnya pergi tanpa berkata-kata.Si gadis kecil yang dulu sempat kukenal hanya dalam beberapa jam.Namun,kini dia pergi bukan untuk beberapa jam tapi dia telah pergi utuk selama-lamanya.Tak sempatku menanyakan namanya.Namun bagiku dia masih gadis kecil bertubuh dewasa.
Mei 6, 2008 pukul 2:04 pm
terketuklah hati saya ….ADUH…..
Salam kenal ..Boyolali
Mei 7, 2008 pukul 7:22 am
Hobi nulis ya? salam kenal..
Mei 7, 2008 pukul 12:38 pm
@doelsoehono
ADuh kenapa mas????
Mei 7, 2008 pukul 12:41 pm
@alitkarnajaya
saya memang senang nulis.Salam kenal juga ya.