Dulu orang tuaku selalu berkata “Kasihilah sesamamu agar dia juga mengasihimu”.Nasihat ini terus tercantum di benakku. Aku selalu berharap memang begitulah kenyataannya. Tapi sekarang aku sadar bahwa ini dunia yang penuh dengan ketidakjelasan ini makin menggurui mengenai arti kata tersebut.
Kemarin ketika aku sedang menbantu temanku yang terjatuh. Ehh…malah aku dibilang cari perhatian dan sok dibilang baik. Ahh..pokoknya susah banget deh. Terkadang aku merasa semua ini nggak ada gunanya. Namun,keesokan harinya ketika aku membawa buku untuk mengikuti kuliah, bukuku terjatuh dan dia mengambilkannya untukku. Lalu dia berkata “Kita impas dunk” aku nggak ada hutang budi lagi ama kamu ya.
Aku jadi terheran-heran dengan kalimat tersebut. Apakah karena aku membantunya kemarin lalu dia mau membantuku untuk hari ini. Bagaimana jika seandainya dia nggak terjatuh kemarin dan aku nggak ada disana. Apakah dia juga akan membantuku????
Inilah yang aku sebut sebagai hubungan timbal balik. Jika kita mengasihi orang lain maka dia juga akan mengasihi dia asal dia nggak merasa dirugikan. Kalau kita jahat pada orang lain maka di dalam otaknya dia akan menjahati kita. Ya…mungkin dia akan berkata “tunggu saja saatnya”.
Tapi apa mungkin ya???Orang yang kita sayangi 100 % akan berbuat begitu pada kita??? Kasih koment ya!!!